- Peningkatan Kolesterol: Diet keto meningkatkan kadar kolesterol, terutama pada partikel LDL berukuran kecil dan sedang. Diet ini meningkatkan apolipoprotein B (apoB), yang menyebabkan penumpukan plak di arteri. Sebaliknya, diet rendah gula secara signifikan mengurangi kolesterol pada partikel LDL.
- Mengurangi Bakteri Usus yang Menguntungkan: Diet keto mengubah komposisi mikrobioma usus, terutama mengurangi Bifidobacteria , bakteri menguntungkan yang sering ditemukan dalam probiotik. Bakteri ini memiliki berbagai manfaat: menghasilkan vitamin B, menghambat patogen dan bakteri berbahaya, serta menurunkan kolesterol. Pembatasan gula tidak berdampak signifikan pada komposisi mikrobioma usus.
- Toleransi Glukosa: Diet keto mengurangi toleransi glukosa, yang berarti tubuh orang dewasa menjadi kurang efisien dalam menangani karbohidrat.
- Kedua Diet Menghasilkan Kehilangan Lemak: Diet Keto menghasilkan rata-rata kehilangan massa lemak sebesar 2,9 kg per orang, sedangkan diet pembatasan gula menghasilkan rata-rata kehilangan massa lemak sebesar 2,1 kg per orang dalam 12 minggu.
- Metabolisme: Para peneliti juga memperhatikan bahwa diet keto menyebabkan perubahan signifikan dalam metabolisme lipid dan penggunaan energi otot, mengalihkan preferensi bahan bakar tubuh dari glukosa ke lemak.
- Tingkat Aktivitas Fisik: Baik pembatasan gula maupun diet keto berhasil menurunkan berat badan tanpa mengubah tingkat aktivitas fisik. Penelitian sebelumnya dari Centre for Nutrition, Exercise and Metabolism telah menunjukkan bahwa melewatkan sarapan atau puasa intermiten menyebabkan penurunan aktivitas fisik.
Diet Ketogenik dapat mengurangi bakteri usus yang bersahabat dan meningkatkan kadar kolesterol
