Apa itu HIV/AIDS?

HIV adalah virus yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan juga dapat menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi atau dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Tanpa pengobatan, HIV secara bertahap melemahkan sistem kekebalan tubuh hingga orang yang terinfeksi dapat mengembangkan sindrom imunodefisiensi yang didapat (AIDS).

AIDS adalah penyakit kronis yang berpotensi mengancam jiwa yang disebabkan oleh infeksi HIV. Dengan merusak sistem kekebalan tubuh, HIV mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan organisme penyebab penyakit.

Beban

Saat ini, sekitar 1,2 juta orang di AS hidup dengan HIV. Sekitar 13% dari mereka tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Diperkirakan lebih dari 30.000 orang terinfeksi HIV baru di AS setiap tahun.

Gejala

Infeksi HIV terjadi dalam tiga tahap. Tanpa pengobatan, kondisi ini akan memburuk seiring waktu dan akhirnya mengalahkan sistem kekebalan tubuh. Gejalanya bergantung pada stadiumnya (Akut, Latensi Klinis, AIDS) dan dapat meliputi:

  • Panas dingin
  • Kelelahan
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Luka di mulut
  • Keringat malam
  • Ruam
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Pencegahan

Berbagai strategi tersedia untuk mencegah HIV, termasuk menggunakan kondom dengan benar saat berhubungan seks, membatasi jumlah pasangan seksual, tidak pernah berbagi jarum suntik, dan pantang (tidak berhubungan seks). Individu yang berisiko terkena HIV dapat melindungi diri melalui profilaksis pra pajanan (PrEP)—mengonsumsi obat antiretroviral (ART) setiap hari sebelum terpapar virus HIV. Individu yang merasa mungkin telah terpapar HIV harus berbicara dengan profesional perawatan kesehatan tentang profilaksis pasca pajanan (PEP)—mengonsumsi ART setelah terpapar untuk mencegah infeksi.

Jika Anda mengidap HIV, ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penularannya kepada orang lain. Yang terpenting adalah mengonsumsi obat HIV (ART) sesuai resep. Jika Anda mengonsumsi obat HIV sesuai resep dan virus tetap ditekan, Anda dapat tetap sehat dan tidak memiliki risiko penularan HIV kepada pasangan seks yang HIV-negatif.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan agar setiap orang berusia antara 13 dan 64 tahun menjalani tes HIV setidaknya sekali seumur hidup sebagai bagian dari perawatan kesehatan rutin, dan lebih sering bagi mereka yang berisiko tinggi tertular HIV.

Perlakuan

Saat ini belum ada obat untuk HIV/AIDS, tetapi ada obat-obatan yang dapat memperlambat perkembangan penyakit tersebut. Obat-obatan ini telah mengurangi kematian akibat AIDS di banyak negara maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *