Obesitas dan diabetes melitus (terutama diabetes tipe 2) sama-sama berakar pada pola makan yang tidak sehat dan kaya kalori. Perencanaan pola makan dan pola makan seimbang yang sehat merupakan bagian penting dari terapi untuk kedua kondisi ini.

Strategi diet awal pada penderita diabetes adalah meningkatkan pilihan makanan untuk memenuhi rekomendasi dari Pedoman Diet untuk Orang Amerika dan MyPlate tahun 2010 yang dirilis oleh Departemen Pertanian AS. Premis dasarnya adalah mengurangi lemak terutama lemak jenuh dan lemak trans, kolesterol, serta natrium dalam makanan. Selain diet, aktivitas fisik harus ditingkatkan.

Target penurunan berat badan ringan hingga sedang sebesar 5-10% dari berat badan dapat meningkatkan pengendalian diabetes pada pasien ini. Oleh karena itu, pasien diabetes disarankan untuk mengurangi asupan kalori sebesar 250 hingga 500 kkal/hari dan meningkatkan pengeluaran energi melalui olahraga teratur untuk memperbaiki kondisi diabetes.

Komposisi diet yang dianjurkan bagi penderita diabetes

  • Protein dan lemak

Disarankan agar asupan protein mencapai 15 hingga 20% dari total kalori harian yang dikonsumsi pada semua populasi. Rekomendasi yang sama berlaku untuk pasien diabetes. Jika fungsi ginjal normal, asupan protein yang biasa tidak boleh diubah. Namun, asupan protein di atas 20% dari total kalori harian dapat mempercepat perkembangan penyakit ginjal.

  • Gemuk

Diabetes dan obesitas dikaitkan dengan penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, pengurangan lemak dalam makanan sangat penting. Seseorang dengan diabetes perlu memilih makanan dengan lemak jenuh rendah dan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh ganda sesekali dan makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal lebih sering.

Lemak jenuh ditemukan dalam daging, lemak babi, produk susu berlemak tinggi, kelapa, minyak sawit, dll. Minyak ini biasanya berbentuk padat pada suhu ruangan dan bertanggung jawab atas tingginya kadar lipoprotein densitas rendah (LDL) dan kolesterol.

Lemak trans juga menurunkan HDL (kolesterol baik). Makanan yang mengandung lemak trans termasuk margarin, selai kacang, mentega putih, kue, dll.

Lemak tak jenuh ganda menyehatkan jantung. Lemak ini dapat menurunkan kadar kolesterol jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Lemak tak jenuh ganda ditemukan dalam minyak sayur seperti jagung, kedelai, minyak bunga matahari, dan ikan berlemak seperti salmon, makerel, herring, dan trout.

Lemak tak jenuh tunggal juga baik untuk jantung karena dapat menurunkan kolesterol LDL. Makanan ini meliputi minyak kanola, minyak kenari, minyak zaitun, alpukat, buah zaitun, kacang-kacangan, minyak kacang tanah, dll.

Asam Lemak Omega-3 merupakan salah satu jenis lemak tak jenuh ganda terbaik dengan berbagai manfaat kesehatan. Asam lemak ini ditemukan dalam ikan dan minyak ikan serta melindungi jantung dan mengurangi resistensi insulin pada penderita diabetes.

Ada tiga jenis asam lemak omega-3:-

  1. Asam alfa-linolenat (ALA) – Ditemukan pada sumber nabati
  2. Asam eicosapentaenoic (EPA) – Ditemukan pada ikan air dingin berminyak seperti salmon, sarden, mackerel, dan herring
  3. Asam docosahexaenoic (DHA) – Ditemukan pada ikan dan hewan laut serta kacang-kacangan seperti kenari

Asupan lemak total bagi penderita diabetes harus 20 hingga 35% dari total kalori. Lemak jenuh harus dibatasi hingga kurang dari 7% dari total kalori, lemak tak jenuh ganda harus dibatasi hingga kurang dari 10% dari total kalori, dan lemak tak jenuh tunggal harus dibatasi hingga kurang dari 20% dari total kalori. Kolesterol makanan harus kurang dari 200 mg/hari.

  • Serat

Serat dianjurkan pada kadar minimal 14 gram untuk setiap 1000 kalori, atau 25 gram untuk wanita dewasa dan 38 gram untuk pria dewasa. Dari jumlah tersebut, 10 hingga 25 gram/hari harus berasal dari sumber serat larut. Sumber serat larut yang baik meliputi gandum, buah-buahan, sayuran, bekatul, kacang-kacangan yang dimasak, dan biji psyllium.

  • Karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi terpenting. Karbohidrat dapat ditemukan dalam roti, nasi, gandum, sereal, buah-buahan, dan pati. Karbohidrat dipecah menjadi glukosa yang menyediakan bahan bakar bagi tubuh.

Karbohidrat meningkatkan kadar glukosa darah. Ini berarti karbohidrat perlu diseimbangkan pada penderita diabetes dengan insulin, obat-obatan, dan aktivitas fisik. Meskipun karbohidrat diatur, kalori dianjurkan dalam jumlah sedang. Menurut Pedoman Diet untuk Orang Amerika, moderasi adalah kuncinya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah menyetujui penggunaan pemanis non-nutrisi seperti sakarin, aspartam, kalium asesulfam (K), sukralosa, dan neotam pada penderita diabetes termasuk wanita hamil dengan diet seimbang. Sakarin tidak cocok untuk wanita hamil karena dapat melewati plasenta.

Indeks glikemik adalah skala (0-100) yang memberi peringkat seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat akan dicerna menjadi glukosa dalam aliran darah. Makanan dengan GI tinggi dipecah dengan cepat menjadi glukosa sementara makanan dengan GI rendah dipecah secara lambat.

  • Alkohol harus dibatasi

Asupan harian harus dibatasi hingga jumlah sedang, yaitu satu minuman per hari atau kurang untuk wanita dan dua minuman per hari atau kurang untuk pria. Minuman campuran dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan harus dibatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *