Sepertiga peserta diet shake dan sup NHS mencapai remisi diabetes

diabetes

Latar belakang

Meningkatnya angka kejadian diabetes mendorong National Health Service (NHS) Inggris untuk meluncurkan inisiatif Type 2 Diabetes Path to Remission (T2DR). Pendekatan ini mengikuti diet yang kaya mikronutrien tetapi rendah energi dan telah menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan dan remisi diabetes jangka panjang. Namun, kemanjuran terapi ini dalam konteks dunia nyata belum diketahui.

Program T2DR bertujuan untuk membantu orang menurunkan berat badan, mempertahankannya, dan mengurangi kebutuhan mereka akan obat penurun glukosa. Regimen tersebut mencakup 20 sesi: delapan untuk fase TDR, empat untuk pengenalan kembali makanan, dan delapan untuk pemeliharaan berat badan. Fase TDR berlangsung selama 12 minggu dan difokuskan pada asupan kalori dan pembinaan. Fase pengenalan kembali makanan berlangsung selama 4-6 minggu dan difokuskan pada makan dengan baik dan menciptakan tujuan. Langkah ketiga, pemeliharaan berat badan, membantu individu mencapai tujuan mereka dengan memberikan sesi pembinaan bulanan yang berfokus pada modifikasi perilaku dan meningkatkan aktivitas fisik.

Tentang penelitian ini

Penelitian saat ini menggunakan data prospektif dan tingkat nasional untuk menyelidiki apakah program T2DR NHS Inggris efektif dalam remisi diabetes tipe 2.

Para peneliti menganalisis data dari individu Inggris berusia antara 18 dan 65 tahun yang menerima diagnosis diabetes tipe 2 dalam enam tahun terakhir dan rujukan untuk program T2DR oleh dokter umum antara September 2020 dan Desember 2022. Peserta memiliki nilai BMI minimal 27 kg per meter persegi jika berkulit putih dan disesuaikan menjadi 25 kg per meter persegi atau lebih tinggi untuk etnis lain.

Para peneliti menggunakan data program yang terkait dengan catatan National Diabetes Audit (NDA) untuk memastikan nilai hemoglobin terglikasi (HbA1c) dan resep obat hipoglikemik oral. Catatan HbA1c terbaru pada tahun sebelumnya untuk individu yang memenuhi syarat adalah 43 hingga 87 mmol/mol bagi mereka yang mengonsumsi obat penurun glukosa dan 48 hingga 87 mmol/mol untuk yang tidak mengonsumsi obat.

Hasil utama penelitian adalah remisi diabetes tipe 2 pada satu tahun, berdasarkan dua catatan HbA1c di bawah 48 mmol per mol yang diambil dengan jarak tiga bulan atau lebih tanpa obat penurun glukosa dari tiga bulan sebelum pencatatan HbA1c awal dan pengukuran setelah 11 hingga 15 bulan. Hasil sekunder meliputi perubahan numerik dan persentase berat badan dan jumlah peserta yang mencapai penurunan berat badan minimal 10% dan 15% dalam satu tahun.

Para peneliti mengevaluasi hasil bagi peserta yang memulai program berbasis TDR sebelum tahun 2022 dan menyelesaikan program (yaitu, berat badan mereka terdokumentasi pada satu tahun) pada bulan Desember 2022. Mereka menggunakan regresi multivariat untuk analisis, termasuk kovariat studi seperti variabel demografi (usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, dan etnis), variabel klinis (durasi diabetes, BMI awal, dan HbA1c), serta metode dan penyedia layanan program. Mereka melakukan analisis sensitivitas yang mengevaluasi waktu yang berbeda untuk pengukuran HbA1c berikutnya (bulan ke-12 hingga ke-13, bulan ke-12 hingga ke-14, bulan ke-12 hingga ke-15, bulan ke-11 hingga ke-13, dan tiga minggu sebelum hingga tiga minggu setelah satu tahun).

Hasil

Antara September 2020 dan Desember 2022, 7.540 orang menerima rujukan program T2DR, di antaranya usia rata-rata adalah 50 tahun; 3.240 (43%) adalah laki-laki, 4.820 (64%) berkulit putih, dan 1.740 memulai penggantian makanan total sebelum 2022 dengan kesempatan satu tahun untuk menyelesaikan program. Di antara orang-orang yang memulai TDR sebelum 2022, 55% (n=960) menyelesaikan program. Dari 7.540 orang yang dirujuk, 34% tidak mengonsumsi obat penurun glukosa, 50% mengonsumsi satu obat, dan 16% mengonsumsi dua atau lebih obat, yang paling umum adalah metformin.

Rata-rata penurunan berat badan di antara 1.710 peserta yang memulai program sebelum 2022 adalah 9,40 kg atau 8,3%, dan untuk 945 peserta yang menyelesaikan program adalah 10 kg atau 9,3%. Di antara peserta yang memulai program sebelum 2022 dan memiliki dua atau lebih catatan HbA1c, 27% (n=190) mengalami remisi diabetes, dengan rata-rata penurunan berat badan sebesar 15 kg atau 13%. Dari 945 peserta yang menyelesaikan program, 48% (n=450) memberikan dua catatan HbA1c; dari jumlah tersebut, 32% (n=145) mengalami remisi diabetes, dengan rata-rata penurunan berat badan sebesar 16 kg atau 14%.

Dari 945 orang yang menyelesaikan program, 395 (42%) kehilangan sedikitnya 10% dari berat badan awal mereka, dan 190 (20%) kehilangan sedikitnya 15% dari berat badan awal mereka. Dari mereka yang mengalami remisi, 110 (76%) peserta kehilangan sedikitnya 10% dari berat badan awal mereka, dan 65 (45%) kehilangan sedikitnya 15% dari berat badan awal mereka. Analisis sensitivitas menghasilkan hasil yang serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *